KEWIRAUSAHAAN SOSIAL sebagai Salah Satu Solusi Mengurangi Kemiskinan

Oleh J.Sugiarto Ph.

1. PENDAHULUAN           

Pada masa orde baru Jawa Tengah dinobatkan sebagai propinsi koperasi karena Jawa Tengah mampu mengembangkan KUD (koperasi unit desa) hampir seluruh kecamatan di jawa tengah dan bahkan beberapa koperasi menjadi koperasi percontohan, disamping KUD masih banyak koperasi lainya seperti koperasi pegawai negeri, koperasi simpan pinjam dan pertokoan milik BUMN dan lain-lain yang pertumbuhanya cukup bagus. Koperasi adalah model atau sistem ekonomi yang baru setelah sistem kapitalis muncul di dunia ini, sistem ini bisa berjalan dengan baik apabila pertama setiap anggota memiliki jiwa sosial  dan mau mengembangkan kebersamaan  dalam membangun ekonomi dan kesejahteraan bersama. Ke dua dalam membangun kebersamaan diperlukan seorang pemimpin yang kreaktif dan inovatif, yang memiliki kepedulian pada orang lain dan mau berkorban demi kemajuan organisasi untuk mewujudkan kesejahteraan bersama. Dua syarat ini harus terpenuhi agar tujuan pendirian koperasi bisa tercapai.

Jumlah UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) di Jawa tengah mencapai kurang lebih empat puluh persen dari jumlah UMKM di Indonesia, maka selayaknya kalau Jawa tengah juga disebut sebagai propinsi UMKM. Pada tahun 1995 kabupaten Klaten dipilih sebagai kabupaten tempat magang para calon pendiri UMKM seluruh Indonesia dan pembukaanya dilakukan sendiri oleh alm. Presiden Suharto . Klaten dipilih karena di wilayah Klaten banyak terdapat beraneka ragam jenis industri barang maupun jasa yang tergabung dalam Koperasi Industri Kecil dan Kerajinan Rakyat (KOPINKRA) yang hasil produksinya mampu menembus pasar Nasional dan bahkan ada beberapa yang telah berhasil di ekspor. Keberhasilan para pengusah kecil menengah di Klaten tidak dapat lepas dari jiwa kewirausahaan yang dimiliki oleh para pemilik dan penanggung jawab perusahaan yang cukup baik dan selalu dikembangkan pada waktu itu.

Kalimantan barat layak disebut sebagai negeri Credit Union di Indonesia. Apabila kita mulai masuk kalimantan barat akan dengan mudah kita temukan papan nama berlogo tangan terbuka menyangga bola dunia yang di dalamnya gambar sebuah keluarga dengan dua anak, itulah logo credit union atau disingkat CU. Ada lima ajaran yang harus dijalankan oleh setiap anggota CU yaitu menabung, meminjam, membayar pinjaman, berinvestasi dan merancang masa depan. CU pertama kali didirikan pada tahun 1975, pada awalnya CU ini didirikan oleh 61 guru dan karyawan Yayasan Karya Sosial Pancur Kasih yang tujuan utamanya untuk mengatasi kesulitan ekonomi rumah tangga dengan modal awal Rp 167.950 dan sekarang sudah menjadi 53 CU dengan aset Rp 3.123.112.236 (A.Sumarwan, Basis 04 maret 09).

Entrepreneurship yang dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan dengan kata kewirausahaan adalah modal utama dan pertama yang harus selalu dikembangkan oleh setiap orang yang menggantungkan kehidupan ekonomi rumah tangganya pada UMKM atau koperasi. Hampir 50% UMKM  yang hanya mampu bertahan dalam jangka waktu 5 tahun, dan hanya 30% saja yang bisa bertahan sampai usia 10 tahun. Pasang surutnya kehidupan UMKM ini lebih disebabkan karena pemilik cepat puas sehingga tidak mau memupuk jiwa kewirausahaan yang dimiliki dan ke dua keenakan menikmati kemapanan yang telah diraih. Kemapanan sering membawa orang ke dalam  suasana “sudah duduk lupa berdiri”  atau lupa akan  nasehat simbah dulu “ dadi uwong kuwi mbok ojo rumongso biso nanging biso rumongso”.

2. PENGERTIAN KEWIRAUSAHAAN dan KEWIRAUSAHAAN SOSIAL

Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan seseorang  dalam menangani usaha dan kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan dan menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih besar (Inpres No 4 tahun 1995). Wirausahawan adalah seorang yang peka terhadap peluang pasar dan mampu memanfaatkan peluang tersebut dengan baik (Meritz, 2005). Menurut Bolton dan Thomson dalam Meritz (2005) wirausahawan adalah seseorang yang terbiasa dengan menciptakan sesuatu dan/ inovatif untuk membangun sebuah nilai dari peluang yang ada. Menurut Lumpkin dan Dess (2005) menyatakan jiwa inovasi  merupakan syarat penting bagi seorang wirausahawan untuk mencapai kesuksesan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam bisnis.

Motivasi seseorang tertarik  menjadi pengusaha karena dia ingin bebas, mandiri dan menjadi “Bos” bagi dirinya sendiri (Scarborough & Zimmerer, 2000). Kemandirian seseorang dapat diukur melalui bagaimana seseorang itu mampu berdiri sendiri dan tidak terlalu tergantung pada orang lain yang sering disebut sebagai ciri kewiraswastaan (De Carlo dan Lyons, 1979). Banyak penelitian telah dilakukan untuk mengetahui perilaku dan kemampuan seorang wiraswasta yang mempengaruhi keberhasilan UKM, tapi penelitian tentang kewirausahaan  masih dilakukan terus menerus untuk mendapatkan jawaban yang meyakinkan sesuai dengan tuntutan zaman  dan skala perusahaan (Boshoff, Bennet dan Owusu, 1992). Disamping  ciri-ciri pribadi seperti: tingkat pendidikan, pengalaman kerja, modal usaha yang disediakan, lingkungan ekonomi, model peran, dan pelayanan (Birley, 1989), peluang usaha juga berpengaruh terhadap kinerja bisnis (Vesper, 1990).), dan juga faktor kemampuan menyusun anggaran, perencanaan dan organisasi juga mempengaruhi pencapaian kinerja bisnis yang lebih baik (Huck dan McEwen, 1991).

Kewirausahaan sosial sebetulnya bukan sesuatu yang baru sebab kewirausahaan sosial sudah dikenalkan oleh Robet Owen saat membangun koperasi, hanya saja pada waktu itu tidak pernah mendapatkan tempat di dunia bisnis karena dianggap sebagai ilmu yang kurang bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi dunia. Pada tahun 2006 Muhammad Yunus meraih hadiah NOBEL Perdamaian atas keberhasilanya menerapkan konsep kewirausahaan dalam skala yang masif lewat Grameen Bank di Bangladesh, melalui hadiah nobel inilah maka sekarang ini orang mulai bicara tentang kewirusahaan sosial, apa itu kewirausahaan sosial?  Kewirausahaan sosial adalah semangat yang besar untuk mengubah kebiasaan lama menuju kebiasaan yang baru yang lebih kreaktif, inovatif dan dinamis untuk mewujudkan kesejahteraan bersama dan bukan mencari keuntungan semata-mata.

Kewirausahaan sosial kini sudah bukan barang baru lagi bagi bangsa Indonesia karena kewirausahaan sosial sebetulnya sudah dipromosikan oleh wakil presiden republik Indonesia pertama yaitu Mohammat Hatta, yang kita kenal sebagai bapak koperasi Indonesia, karena tidak mendapat tanggapan positif dari masyarakat Indonesia(khususnya para pemimpin pada waktu itu) maka koperasi kurang berkembang dan kalah dengan sistem kapitalisme yang dengan cepat dapat mensejahterakan masyarakat. Dari definisi kewirausahaan sosial tersebut di atas dapat dimaknai sebagai berikut, pertama seorang wirausahawan sosial adalah orang yang mau bekerja keras demi mensejahterakan orang lain dan bukan demi keuntungan diri sendiri semata, Ke dua mereka itu adalah orang-orang yang dengan kesadaran iman yang tinggi ingin merubah cara pikir dan perilaku masyarakat yang asal-asalan menuju perilaku produktif inovatif dan pantang menyerah. Ke tiga mereka itu adalah orang-orang yang berpola pikir satu untuk semua dan semua untuk satu melalui penciptaan bisnis yang etis dan manusiawi.

3. KEWIRAUSAHAAN SOSIAL di INDONESIA

Kewirausahaan sosial harus dimulai dari individu yang  memiliki jiwa pengabdian dan mau berkorban bagi kepentingan orang lain dan akan lebih lengkap lagi apabila individu tersebut memiliki naluri bisnis yang hebat. Banyak orang yang memilki naluri bisnis bagus tetapi tidak mau membagikan untuk kepentingan masyarakat luas, jadilah pengusaha sukses yang berorientasi profit. Apabila dari satu juta penduduk sudah ada 10 orang yang berjiwa social entrepreneurship saja maka saya yakin kemiskinan di Indonesia akan lebih cepat teratasi, sayang melahirkan seorang wirausahawan bukan perkara mudah meskipun di banyak perguruan tinggi sudah diajarkan tentang kewirausahaan. Apabila pelajaran agama di sekolah-sekolah sudah menekankan pada penghayatan iman yang lebih menghargai dan mencintai kehidupan saya yakin nilai dasar keimanan yang benar tersebut akan dapat membantu munculnya wirausahawan sosial yang handal. Kita tidak menghendaki jumlah wirausahawan banyak tetapi yang kita kehendaki wirausaha sosial yang kreaktif dan inovatif yang mau bekerja untuk mensejahterakan orang lain. Ada beberapa contoh wirausaha sosial yang berhasil di Indonesia (Swa,17 Feb 10):

1.  Baitul Maal Wat-Tamwill yang didirikan oleh Amin Azis di Jakarta tahun 1995 dan sampai akhir tahun 2009 telah berdiri sekitar 500 BMT.

2.  Emily Sutanto dengan PT Bloom Agro membina 2.300 petani yang tergabung dalam 28 kelompok tani yang menghasilkan pangan organik  di tasikmalaya, pada tahun 2009 telah berhasil eksport 19 ton beras organik ke Amerika Serikat.

3. Koperasi peternak Bandung Selatan berdiri tahun 1969, sekarang ini telah memiliki  5.285 peternak sapi dari tiga kecamatan dan  telah berkembang dengan 7 unit usaha yang salah satunya bank perkreditan rakyat.

Masih banyak contoh-contoh organisasi sosial lain yang bergerak di bidang bisnis yang berorientasi bukan pada profit semata-mata tetapi lebih pada pengentasan kemiskinan atau mensejahterakan anggota organisasi tersebut. Peran individu sebagai inisiator dan motivator  untuk menumbuh kembangkan kewirausahaan sosial menjadi jawaban penting untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia yang kaya akan sumber daya alam ini. Kearifan lokal orang Jawa khususnya serta bangsa Indonesia pada umumnya tercermin pada sifat bangsa Indonesia yang senang gotong royongHolobis Kuntul baris” dapat dipakai untuk alasan mendirikan koperasi asal ada orang yang jujur, kreaktif dan mau berbakti untuk menjadi pemimpin dan memiliki semangat pejuang untuk memajukan desa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s