Menciptakan Peluang Pasar Melalui Pengembangan Ide Kreatif

1. Latar belakang masalah

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan soko guru perekonomian Nasional karena kemandirianya di bidang permodalan , penciptaan peluang kerja bagi yang berpendidikan rendah sampai sarjana, tersebar di seluruh Indonesia  serta tidak terlalu menuntut disediakan berbagai fasilitas usaha. Kemandirian dan semangat berwiraswasta para pemilik/manajer UMKM merupakan modal utama untuk dapat mengelola sumberdaya yang dimiliki guna menciptakan produk/jasa  sesuai dengan kemampuan dan permintaan konsumen (Sugiarto Ph, 2008). Inovasi dan kreaktivitas  adalah modal utama untuk menunjukan kebolehanya dan eksistensi perusahaan di mata konsumen yang serba instan, individualistik, konsumtif dan selalu ingin sesuatu yang baru dan berbeda

Keberhasilan UMKM lebih dipengaruhi oleh kemampuan pemilik/manajer dalam mengelola sumber daya yang dimiliki serta kemampuanya dalam menetapkan prioritas strategi yang harus dijalankan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Berdasarkan hasil penelitian Megginson (1994) menyebutkan bahwa kebebasan para pemilik/manajer UMKM dalam pengambilan keputusan, berinisiatif dan menetapkan kebijakan berpengaruh terhadap kinerja bisnis UMKM. Nilai pribadi pemilik/manajer  yang berujud sikap, perilaku, cara pengambilan keputusan dan cara-cara menilai suatu peristiwa.  mewarnai jalannya perusahaan dalam mencapai tujuan (Meredith,1997). Profil dan nilai pribadi merupakan inti kepribadian atau fondasi bangunan yang harus dijaga agar jalannya bisnis bisa lancar dan berkembang. Perkembangan pribadi seorang pengusaha dan cara-cara  pengelolaan bisnis tidak dapat dipisahkan dengan orientsi kewiraswastaan pemiliknya (Covin dan Slevin,1989). Pasang surutnya UMKM tidak dapat dilepaskan dari orientasi kewiraswastaan pemilik/manajer dan ketekunan pemilik/manajer dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu ditemukan ada perusahaan/UMKM yang cepat berkembang dan banyak perusahaan/UMKM yang mengalami kemunduran dan akirnya bangkrut, dan hanya tinggal 50% UMKM yang tetap berdiri dan berkembang setelah berusia 10 tahun (Norman M,Scarborough dan Zimmerer,2000)

Prahalad dan Hamel (1990) menyatakan bahwa bisnis akan dapat mempertahankan keunggulannya dalam jangka panjang apabila memiliki kemampuan untuk menciptakan produk dengan biaya yang rendah (low cost) dan waktu pembuatan yang lebih cepat dibandingkan dengan kompetitornya. Bisnis dapat unggul apabila pihak manajemen memiliki kemampuan untuk mengkonsolidasikan kemampuan teknologi dan produksi yang dimilikinya menjadi sebuah kompetensi, yang memberikan kekuatan bagi setiap individu dalam organisasi untuk selalu dapat beradaptasi secara cepat terhadap peluang pasar yang selalu berubah (Prahalad dan Hamel, 1990).

Sumber daya yang superior memungkinkan pembentukan dimensi unggulan, seperti jejaring kerja distribusi yang kuat, kemampuan produksi, kekuatan pemasaran, kualitas produk dan teknologi (Hayes dan D,M Upton, 1998)  Keunggulan posisi merupakan hasil produksi dengan biaya rendah (cost leadership) atau diferensiasi yang memberikan keunggulan nilai bagi konsumen (Porter, 1980). Biaya yang rendah memungkinkan bisnis memberikan nilai yang superior dengan pemberian harga yang lebih rendah dari pesaing untuk produk yang sama(Chase, 1990). Pengembangan daya saing merupakan sasaran yang selalu berubah, karenanya manajemen harus menggunakan sebagian labanya untuk mempertahankan keunggulan tersebut  (Rahayu, 2001).

Strandskov (2006) mengukur pengembangan daya saing bisnis dengan menggunakan empat variabel, yaitu Firm Specific Advantages, Localization Specific Advantages, Relationship Specific Advantages dan Competitive Strenghts. Lebih lanjut Strandskov (2006) menyatakan bahwa pengembangan daya saing yang berupa Firm Specific Advantages dan Relationship Specific Advantages lebih berpengaruh terhadap kinerja bisnis dibandingkan dengan lokasi dan competetive strenghts.

Kemampuan UMKM untuk meniru dan mengembangkan produk yang dibuat para pesaing dengan nilai indeks rata-rata tinggi menunjukan bahwa para pengusaha memiliki kemampuan yang cukup untuk membaca tuntutan lingkungan dunia usaha yang selalu berubah. Keberanian pengusaha untuk berinovasi rendah karena inovasi membutuhkan biaya besar dan hasilnya belum tentu diterima pasar, ditambah keterbatasan dana/uang dan kesulitan untuk mencari dana untuk membiayai penelitian dan percobaan – percobaan (Tony, 2001), maka penekanan pada pengembangan produk sesuai dengan kehendak pemesan lebih menguntungkan dan menjanjikan dari pada menciptakan produk baru.(Sugiarto Ph, 2008)

2. Membangun Industri Kreatif

Industri kreatif adalah industri/perusahaan yang bergerak di bidang usaha manufaktur atau jasa dengan menekankan pada kemampuan untuk mewujudkan impian menjadi kenyataan dengan ciri dan keunggulan tertentu yang lebih menekankan pada penampilan yang berbeda. Keunggulan  akan dapat bersifat jangka panjang apabila didukung oleh perpaduan antara kreativitas dan ketrampilan dengan kemampuan membaca peluang pasar yang  selalu dikembangkan. Pasar global yang dicirikan oleh perubahan selera yang cepat dan umur produk dan jasa yang pendek menuntut setiap pelaku bisnis harus selalu mau mengembangkan diri dengan kreaksi-kreaksi baru yang inovatif. Tidak cepat puas atas hasil yang dicapai harus selalu ditumbuhkan di kalangan para pengusaha sejak dini.

Jawa tengah sebagai propinsi yang memiliki jumlah UMKM terbesar dibandingkan dengan propinsi lain (kurang lebih 40%) seharusnya bangga dengan jumlah tersebut sehingga layak disebut sebagai propinsi UKM. Kebanggaan tersebut akan lebih berarti bagi bangsa Indonesia apabila dari jumlah tersebut 50% adalah industri kreaktif yang mampu menembus pasar Internasional seperti kerajinan tembaga dari Boyolali, kerajinan kuningan dari Juwana, ukir dari Jepara dan lain-lain. Musim sepi pesanan sering dijadikan alasan untuk mencari batuan dan bukan digunakan untuk menciptakan produk kreatif, hal inilah sebagai sumber kelemahan pengusaha masa kini. Tuhan telah memberikan isyarat melelui detak jantung kita yang naik turun sebagai lambang kehidupan dan bukan garis lurus yan menggambarkan kematian, dikala turun saat kita harus mawas diri dan merenung untuk kedepanya.

UMKM yang kreatif akan dapat berkembang dengan baik apabila tidak hanya didukung oleh pemilik yang kreatif tetapi juga didukung oleh sumber daya manusia yang kreaktif yang tidak hanya berasal dari kalangan saudara/internal tetapi juga melibatkan orang luar.Dukungan pemerintah untuk membuat iklim usaha yang lebih memihak pada UMKM atau produk dalam negeri dengan membuat pelatihan-pelatihan yang testruktur dan berkelanjutan yang bernuansa kreativitas dan inovasi disertai dengan penciptaan peluang pasar, misal mewajibkan semua pegawai negeri di Jawa Tengah menggunakan pakaian batik tiap jumat dan tiap senin harus berpakaian dari kain tenun yang tiap se-meter harus ganti disain atau motifnya disesuaikan dengan ciri departemen/dinas yang bersangkutan.

Perguruan tinggi sebagai basisnya orang berilmu harus selalu mengembangkan diri dan lebih terbuka dengan masuknya dunia usaha ke kampus untuk mendapatkan pencerahan ilmu dan paktek bisnis yang benar dan etis. Perguruan tinggi yang berbasis riset harus mampu memberikan dukungan untuk munculnya industri yang berbasis kreativitas. Hasil risetnya harus lebih aplikatif dan operasional dalam artian terserap pasar dan bukan hanya menjadi pajangan di perpustakaan untuk dijadikan acuan bagi adik-adik kelasnya. Penemuan-penemuan baru akan diakui sebagai penemuan baru apabila hasil penemuan tersebut dapat mensejahterakan masyarakat melalui penciptaan peluang kerja baru. Perguruan tinggi dengan mata kuliah kewiraswastaanya harus mampu menciptakan lulusan yang memiliki jiwa entrepreneur yang lebih siap terjun di di dunia formal (pegawai) maupun berwiraswasta (tidak menggantungkan pada orang lain).

BUMN dan LSM memiliki peran besar untuk membantu masyarakat terutama masyarakat yang tertinggal atau masyarakat miskin di  pedesaan misanya untuk berani berkreasi dan menciptakan peluang usaha baru sesuai dengan kondisi lingkungan yang ada misal wisata agro salak pondok. BUMN sebagai penyedia dana harus dapat menjadi sponsor munculnya wiraswasta yang kreaktif inovatif dan tidak hanya beperan sebagai penyedia dana bergilir melalui kluster-klaster. Kerjasama yang terpadu antara Perti, BUMN, Pemerintah dan LSM untuk merubah orang miskin menjadi orang yang lebih percaya diri akan kemampuanya merupakan tugas mulia dihadapan Allah, karena Allah tidak menginginkan orang itu menjadi miskin dan pengemis apalagi pengemis berdasi.

3. Industri Kreatif dalam Praktek Bisnis masa kini

3.1 Pengembangan budaya lokal plus

Setahun yang lalu saya berkunjung ke kampung batik Lawean untuk melihat secara dekat dan langsung peninggalan  dan bekas-bekas kejayaan batik di masa lalu. Pada pintu masuk di depan hotel Lawean sudah terpancang peta lokasi para pengusaha batik termasuk di dalanya moseum batik dan bangunan peninggalan semasa batik berjaya di masa lalu. Setelah selesai kunjungan dan wawancara dengan beberapa pemilik, tercetus ide untuk kerjasama dengan para pengusaha dalam rangka melestarikan budaya lokal ke generasi penerus sekalian melatih generasi muda untuk berkreasi, maka munculah kegiatan outbon mbatik dimulai dari gambar, nyanting, mewarnai dan nyelup. Dari tiga pengusaha yang kami tawari hanya satu pengusaha yang bersedia menerima saya bersama mahasiswa fakultas ekonomi Undip untuk melaksanakan outbon mbatik.

Pada awalnya para mahasiswa hanya bisa mbatik sapu tangan karena pengusaha hanya mau menyediakan kain untuk sapu tangan. Melalui dialog dan perhitungan rugi-laba dan manfaat yang diperoleh akirnya pada tahun ini para mahasiswa fakultas ekonomi Undip dapat outbon mbatik kaos. Ada tiga pengusaha yang bersedia menerima rombongan kami untuk outbon mbatik kaos. Pada kesempatan ini kami berusaha mengajak para kaum muda untuk menuangkan kreaksi nyata mereka dalam suatu kegiatan nyata dan hasilnya dapat dinikmati dan di banggakan. Kesan positif dan bangga mewarnai wajah-wajah mereka setelah kaos itu sampai di tangan mereka dan dengan bangga mereka pamerkan ke teman-teman mereka.

Melalui outbon mbatik ini ada lima keuntungan  yang dapat kita peroleh: pertama melestarikan budaya peninggalan nenek moyang kita, ke dua melatih kaum muda untuk menuangkan kreaksi mereka dan modal awal seandainya nanti ingin terjun ke dunia bisnis sudah ada modal ketrampilan dan jejaring. Ke tiga menambah kegiatan lain untuk perusahaan sebagai kegiatan sampingan yang bisa untuk memperoleh pendapatan dan promosi gratis. Ke empat bagi biro perjalanan dapat digunakan untuk media promosi bironya dengan wisata outbon terutama untuk anak-anak sekolah dasar dan lanjutan dan ke lima berupa melestarikan budaya (lokal) dan wisata kejayaan masa lalu (bangunan).

3.2 Wisata Agro

Di tangan seorang wanita alumnus Undip kebun kopi milik pemerintah yang kurang terawat dikemas menjadi agro wisata yang menarik dengan kegiatan khas pedesaan dari memanjat kelapa, jalan-jalan di perkebunan yang dingin dengan suasana kebun tertata rapi dan udara segar  di tambah suasana kamar mandi yang alami menjadi daya tarik tersendiri untuk melepas lelah sekalian menikmati kopi yang dipetik dari perkebunan. Suasana perkebunan yang dulunya hanya menghasilkan kopi dan jarang ada orang luar yang masuk kecuali pengelola dan karyawan kini dapat dinikmati siapa saja yang berkeinginan menikmati suasana alami dengan udara segar dan masih banyak contoh lain yang ada di Jawa Tengah ini misal wisata agro durian, Pancingan dan warung apung di Klaten, juga oabong di derah Banyumas yang selalu  dikembangkan dengan permainan yang baru dll.

3.3 Aneka Wisata di Yogyakarta

Yogyakarta selain di kenal sebagai kota pelajar, kota gudeg kini tambah satu sebutan lagi yaitu kota bakpia. Kenapa dikenal sebagai kota bakpia salah satu cara yang ditempuh oleh para pengusaha bakpia adalah kerjasama dengan para tukang becak untuk menawarkan mencari oleh-oleh khas Yogya dengan tarip murah dan pulang pergi. Satu hal yang sekarang dikemas menarik adalah menawarkan kunjungan keperusahaan dan melihat langsung proses produksinya dan beberapa boleh ikut mencoba bagaimana proses bakpia ini berlangsung. Melalui kemasan plus inilah sampai hari ini Yogya sebagai tempat tujuan wisata tetap menarik karena selalu ada saja yang ditawarkan dari peninggalan kraton, kaos dagadu, kerajinan perak di kotagede, kasongan Bantul dengan kerajinan gerabahnya. Jalan Malioboro di malam hari(setelah toko tutup) wisata makan lesehan memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan dalam negeri dan mancanegara dan kini bakpia mulai berkembang dan di kemas menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan dalam negeri.

3.4 Pagelaran budaya lokal plus ( sumbernya dari internet)

Pagelaran budaya UrbanFest 2008, Sabtu-Minggu (28-29 Juni), di Pantai Carnaval, Ancol, Jakarta, boleh dibilang berlangsung sukses. Peserta, pengunjung, dan penyelenggara mengakui hal itu. UrbanFest 2009 pun sudah dipastikan akan digelar. Pelaksanaannya belum dipastikan. Dalam UrbanFest ini yang muncul bukan hanya ekspresi dalam wujud produk budayanya, tetapi juga cara berkesenian, cara mengorganisasi diri, dan cara mengekspresikan sikap mereka, “Terlepas dari semua itu, UrbanFest telah menjadi panggung tempat bertemunya berbagai potongan kebudayaan kota besar dalam membentuk hybrid culture sekaligus laboratorium bagi pengembangan berbagai aksi eksperimental atau do it yourself action.”

UrbanFest juga menggelar pameran. Ada puluhan stan yang diisi oleh anak muda, juga dengan berbagai produk inovatif yang diyakini bisa menciptakan pasar potensial dan menginspirasi anak muda kreatif yang lainnya.”Ternyata, anak muda telah memberi bingkai baru kehidupan industri dan bisnis dengan sekaligus menjadi pelaku dan pelopor dalam berbagai bidang,” kata Nugroho seorang pengunjung menilai.

Jika selama ini pemasaran produk mereka masih di lingkup komunitas mereka masing-masing, di masa depan jika diberikan sentuhan atau pembinaan sebagaimana mestinya, apalagi, kalau saja pemerintah peduli, dengan memberikan bantuan dana bergulir atau kredit dengan bunga ringan, atau apa pun namanya, semangat mereka tentu akan bangkit. Anak muda harus diberi peluang lebih besar untuk menggerakkan ekonomi nasional.

”Sayangnya, sebagai pelaku industri (kecil-kecilan), anak muda belum diposisikan strategis dalam perkembangan ekonomi nasional,” kata Edi Bonetsky, pemusik Sirkus Perkusi, yang juga memamerkan dan menjual barang-barang yang diolah dari limbah, yang dikerjakan anak- anak putus sekolah dan keluarga miskin binaannya.

4. Penutup.

Tahun ini yang ditandai sebagai tahun Indonesia kreatif, maka sudah pantas dan selayaknya sesuai dengan semboyan bapak gubernur Jawa Tengah “kembali ke desa untuk membangun desa” dapat diwujudkan melalui pameran atau lomba ide kreatif di setiap kabupaten. Pameran atau lomba ini bertujuan untuk  menjaring potensi pemuda desa yang memiliki ide kreatif yang berguna untuk menciptakan peluang kerja di pedesaan sekaligus sebagai alat pengendali urbanisasi. Dukungan dari berbagai pihak terutama BUMN, Perusahaan besar dan menengah, LSM serta Perguruan tinggi dengan darma Pengabdianya sudah seharusnya ikut terlibat untuk mewujudkan tercapainya desa kreatif. Ingat pameo yang mengatakan “ Wong Jowo iku yen durung kepepet ora bakal mletik pikire “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s