Kewirausahaan (Pengertian, Kesuksesan dan Kegagalan)

  1. Pengertian Kewirausahaan

Kewiraswastaan adalah semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan seseorang  dalam menangani usaha dan/ kegiatan yang mengarah pada upaya mencari,menciptakan dan menerapkan cara kerja, tehnologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih besar (Inpres No 4 tahun 1995). Wiraswastawan adalah seorang yang peka terhadap peluang pasar dan mampu memanfatkan peluang tersebut dengan baik (Meritz, 2005). Menurut Bolton dan Thomson dalam Meritz (2005) wiraswastawan adalah seseorang yang terbiasa dengan menciptakan sesuatu dan/ inovatif untuk membangun sebuah nilai dari peluang yang ada. Menurut Lumpkin dan Dess (2005) kewiraswastaan  merupakan syarat penting bagi seorang wiraswasta untuk mencapai kesuksesan dan sasaran yang telah ditetapkn perusahaan.

Teori yang sering diterapkan oleh peneliti kewiraswastaan adalah teori motivasi Mc Clelland (1987) yaitu need for achievement (kebutuhan untuk mencapai keberhasilan) adalah  kemauan seseorang untuk menyelesaikan masalah sendiri, menyiapkan target dan berusaha memenuhi target melalui usaha sendiri. Seorang wiraswasta harus memiliki semangat dan daya juang yang tinggi untuk mampu bersaing dengan yang lain melalui penciptaan, pengembangan dan pelayanan produk/jasa yang ditawarkan ke konsumen. Menurut Rotter (1966), lokus pengendalian dari seseorang dapat dilihat secara internal maupun eksternal. Pengendalian internal cara berfikir seseorang yang menekankan pada dukungan dan dorongan aktif dari dirinya sendiri, sementara pengendalian eksternal adalah cara berfikir seseorang yang mendasarkan pada takdir dan keberuntungan atau peluang.

Motivasi seseorang tertarik  menjadi pengusaha karena dia ingin bebas, mandiri dan menjadi “Bos” bagi dirinya sendiri (Scarborough & Zimmerer, 2000). Kemandirian seseorang dapat diukur melalui bagaimana seseorang itu mampu berdiri sendiri dan tidak terlalu tergantung pada orang lain yang sering disebut sebagai ciri kewiraswastaan (De Carlo dan Lyons, 1979). Banyak penelitian telah dilaksanakan untuk mengetahui perilaku dan kemampuan seorang wiraswasta yang mempengaruhi keberhasilanya.  Disamping  ciri-ciri pribadi seperti: tingkat pendidikan, pengalaman kerja, modal usaha yang disediakan, lingkungan ekonomi, model peran, dan pelayanan (Birley, 1989), peluang usaha dan juga faktor kemampuan menyusun anggaran, perencanaan dan lingkungan dunia usaha yang  tidak pasti membutuhkan sikap wirausaha yang kuat dalam perumusan strategi mempengaruhi keberhasilan seorang pengusaha. Sikap yang pasif akan melemahkan pengelolaan perusahaan, maka seorang pengusaha harus selalu bersikap positif dan proaktif.

Kewiraswastaan  sering diukur dengan : (1) sikap mencari peluang, (2) berani mengambil risiko, dan (3) pengambilan keputusan yang digawangi oleh pemimpin yang kuat atau organisasi yang memiliki sistem-sistem nilai tertentu (Dess, Lumpkin dan Covin, 1997). Miller dan Friesen (1984) mengemukakan bahwa seorang pemimpin/pemilik yang memiliki kewiraswastaan  yang baik akan banyak mengadakan inovasi-inovasi pasar produk, berani menjalankan usaha yang berisiko dan proaktif. Lebih lanjut  Dess, Lumpkin dan Covin (1997) menyatakan bahwa kewiraswastaan  akan lebih dapat meningkatkan kinerja bisnis apabila disertai dengan strategi bisnis yang tepat

Pengalaman, kegiatan jaringan, jumlah partner, lokus pengendalian internal dan kebutuhan akan keberhasilan mempunyai pengaruh positif pada pertumbuhan bisnis (Lee dan Tsang, 2001),  Penelitian Atuahene-Gima dan Ko (2001) menemukan pentingnya interaksi antara orientasi pasar dan kewiraswastaan  dalam mendorong perusahaan melakukan inovasi produk untuk meningkatkan kinerja bisnisnya. Perusahaan yang memiliki orientasi pasar dan orientasi kewirausahaan akan lebih baik kinerjanya bila dibandingkan dengan perusahaan konservatif, atau perusahaan yang hanya memiliki orientasi pasar saja atau perusahaan yang hanya memiliki kewiraswastaan  saja.

Kemelgor (2002) meneliti kewiraswastaan  pada perusahaan-perusahaan di Belanda dan perusahaan-perusahaan di Amerika. Dari penelitian tersebut ditemukan bahwa ada hubungan antara kewiraswastaan  perusahaan dengan  strategik perusahaan dan pengaruhnya terhadap kinerja bisnis. Caruana, Ewing dan Ramaseshan (2002) mengemukakan bahwa orientasi kewirausahaan akan makin tinggi pengaruhnya pada lingkungan persaingan yang heterogen dan perubahan teknologi yang cepat. Inovasi dan proaktip merupakan bentuk orientasi  kewirausahaan  yang berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan (Lumkin G.T., William J. Wales dan M.D. Ensley, 2006).

Studi mengenai kewiraswastaan  pertama kali dilakukan oleh Mintzberg (1973). Temuan dari studi tersebut adalah dimensi kewiraswastaan  pemilik UKM yang berupa berani menanggung resiko, proaktip dan  sentralisasi terbukti sangat berperan dalam pengambilan keputusan-keputusan penting yang berisiko. Khandwalla (1977) mengemukakan bahwa kekuatan seorang wiraswastawan terletak pada keberanian dalam mengambil risiko, fleksibiltas dan daerah pemasaran yang terpusat. Dimensi inovasi baru dimasukkan dalam penelitian Miller dan Friesen (1982) dimana terbukti bahwa inovasi produk lebih banyak terjadi pada perusahaan yang memiliki kewiraswastaan   bila dibandingkan dengan perushaaan-perusahaan konservatif. Miller dan Friesen (1983) menyampaikan bahwa keberhasilan perusahaan dipengaruhi oleh hubungan yang sangat erat antara orientasi kewiraswantaan dengan lingkungan.Covin dan Slevin (1991) juga menggunakan ukuran inovasi, pengambilan risiko dan proactiveness untuk mengukur kesuksesan seorang wirausaha.

 

  1. Konsep 10 D untuk Menjadi Sukses Berwirausaha (sbr, modul kwu dikti 13)

Bygrave menggambarkan wirausaha dengan konsep 10 D, yaitu:

  1. Dream; mmpunyai visi terhadap masa depan dan mampu mewujudkannya
  2. Decisiveness; tidak bekerja lambat, membuat keputusan berdasar perhitungan yang tepat
  3. Doers; membuat keputusan dan melaksanakannya
  4. Determination; melaksanakan kegiatan dengan penuh perhatian
  5. Dedication; mempunyai dedikasi tinggi dalam berusaha
  6. Devotion; mencintai pekerjaan yang dimiliki
  7. Details; memperhatikan faktor-faktor kritis secara rinci
  8. Destiny; bertanggung jawab terhadap nasib dan tujuan yang hendak dicapai
  9. Dollars; motivasi bukan hanya uang
  10. Distribute; mendistribusikan kepemilikannya terhadap orang yang dipercaya

 

  1. Faktor-faktor yang menyebabkan Kegagalan Wirausaha (sbr: modul kwu dikti 13)

Menurut Zimmerer (dalam Suryana, 2003: 44-45) ada beberapa faktor yang menyebabkan wirausaha gagal dalam menjalankan usaha barunya:

  1. Tidak kompeten dalam manajerial. Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan untuk mengelola usaha merupakan faktor penyebab utama yang membuat perusahaan kurang berhasil.
  2. Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan mengkoordinasikan, keterampilan mengelola sumber daya manusia, maupun kemampuan mengintegrasikan operasi perusahaan.
  3. Kurang dapat mengendalikan keuangan. Agar perusahaan dapat berhasil dengan baik, faktor yang paling utama dalam keuangan adalah memelihara aliran kas. Mengatur pengeluaran dan penerimaan secara cermat. Kekeliruan dalam memelihara aliran kas akan menghambat operasional perusahaan dan mengakibatkan perusahaan tidak lancar.
  4. Gagal dalam perencanaan. Perencanaan merupakan titik awal dai suatu kegiatan, sekali gagal dalam perencanaan maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan.
  5. Lokasi yang kurang memadai. Lokasi usaha yang strategis merupakan faktor yang menentukan keberhasilan usaha.
  6. Kurangnya pengawasan peralatan. Pengawasan erat kaitannya dengan efisiensi dan efektivitas. Kurang pengawasan dapat mengakibatkan penggunaan alat tidak efisien dan tidak efektif.
  7. Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha. Sikap yang setengah-setengah terhadap usaha akan mengakibatkan usaha yang dilakukan menjadi labil dan gagal. Dengan sikap setengah hati, kemungkinan gagal menjadi besar.

Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi kewirausahaan. Wirausaha yang kurang sikap menghadapi dan melakukan perubahaan, tidak akan menjadi wirausaha yang berhasil. Keberhasilan dalam berwirausaha hanya bisa diperoleh apabila berani mengadakan perubahan dan mampu membuat peralihan setiap waktu.

 

  1. Rangkuman

Berikut ini ditampilkan mengenai karakteristik profil dari seorang wirausahawan yang sukses dan gagal.

No. Karakteristik Profil Ciri Wirausahawan Sukses yang Menonjol
1. Percaya diri Mengendalikan tingkat percaya dirinya tinggi dalam mencapai sukses.
2. Pemecahan masalah Cepat mengenali dan memecahkan masalah yang dapat menghalangi kemampuan tujuannya.
3. Berprestasi tinggi Bekerja keras dan bekerja bersama dengan para ahli untuk memperoleh prestasi.
4. Pengambilan resiko Tidak takut mengambil resiko, tetapi akan menghindari resiko tinggi jika dimungkinkan.
5. Ikatan emosi Tidak akan memperbolehkan hubungan emosional yang mengganggu suksesnya usaha.
6. Pencari status Tidak akan memperbolehkan hubungan emosional yang mengganggu misi suksesnya usaha.
7. Tingkat energi tinggi Berdedikasi tinggi dan bekerja tanpa berhitung waktu untuk membangun usahanya.

 

No. Karakteristik Profil Ciri Wirausahawan Gagal yang Menonjol
1. Dedikasi Meremehkan waktu dan dedikasi dalam memulai usaha
2. Pengendalian usaha atau bisnis Gagal mengendalikan aspek utama usaha atau bisnis
3. Pengamatan manajemen Pemahaman umum terhadap disiplin manajemen rata-rata kurang.
4. Pengelolaan piutang Menimbulkan masalah arus kas buruk mereka dengan kurangnya perhatian akan piutang.
5. Memperluas usaha berlebihan Memulai perluasan usaha yang belum siap.
6. Perencanaan keuangan Meremahkan kebutuhan usaha.
7. Lokasi usaha Lokasi yang buruk
8. Pembelanjaan besar Menimbulkan pengeluaran awal yang tinggi.

Sumber: modul kwu dikti 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s